Sungaiku Bersih, Sungaiku Indah

 

“IRA!” Teriak Avienna memanggilku.

“Apha?” Tanyaku dengan tak jelas. Karena Avienna mencubit pipiku.

Aku baru saja tiba di Taman Lansia untuk latihan pramuka. Dan Avienna, temanku, tiba-tiba teriak-teriak GJ (gak jelas).

“Jalan-jalan, yuk!” Avienna menarik paksa tanganku.

“Iya, tunggu. Aku simpan dulu, tas.”

Kami pun berjalan memutari Taman Lansia. Ketika kami melewati sungai di Taman Lansia, ada sekumpulan pekerja yang masuk ke dalam sungai.

“Itu lagi membersihkan sungai, ya?” Tanya Avienna. Aku mengangguk.

“Katanya membersihkan, tapi, kok batunya diangkat, sih?” Avienna bertanya heran.

“Mungkin batu-batunya menghalangi saluran airnya. Jadi diangkat.”

Aku bersyukur dalam hati. Masih ada orang yang mau membersihkan sungai. Lingkungan menjadi indah dan nyaman. Namun, begitu banyak sungai yang kotor. Mungkin dari sepuluh sungai, hanya ada satu yang bersih. Perbandingannya 1:10.

Aku sangat prihatin melihat sungai yang kotor. Setiap aku sedang berpergian, dan melewati sungai, sungainya sangat tercemar dan kotor. Kabarnya, 48 sungai di Bandung, semuanya tidak ada yang jernih lagi.

Ironisnya, 70% sungai-sungai itu tercemar karena limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga diantaranya deterjen, kalau warga mencuci baju, banyak yang membuang airnya ke sungai. Lalu ada, bekas cucian pestisida dari sayur atau buah. Jika mencuci sayur atau buah, kotoran pestisidanya akan dibuang ke sungai. Banyak sekali aneka kotoran di sungai.

Aku mempunyai beberapa tetangga yang tinggal di tepi sungai. Aku selalu memperhatikan, ternyata, saluran toilet menyambung ke sungai. Aduh. Jadi, kalau mereka sudah dari toilet, kotorannya akan masuk ke sungai.

Iiih… jijik.

Setiap hari, aku selalu memperhatikan sungai di dekat rumah. Dan, ya ampun! Banyak sekali aneka barang yang ada di dalam sungai. Mulai sepatu, bungkus plastik, diapers, sayuran busuk, sampai-sampai aku pernah melihat ada potongan kasur!

Namun, meskipun sungai sekotor itu, banyak burung-burung yang minum dari sana. Aku sangat iba melihatnya. Mereka terpaksa minum air sungai yang super duper kotor.

Aku sangaaaaatt… sedih. Karena, sungai Cidurian, sungai yang tadi aku ceritakan, termasuk sungai paling kotor di Bandung. Dari 48 sungai di Bandung, ada 6 yang masuk kategori pencemaran terberat. Sungai-sungai tersebut di antaranya adalah Sungai Cikapundung Hilir, Cikapundung Tengah, Citepus, Cidurian, Cikele, dan Cikapundung Kolot.

Untungnya, di sungai TL (Taman Lansia), pemerintah begitu bijak memasang peringatan-peringatan. Juga ada petugas-petugas kebersihan yang bersedia membersihkan sungai. Merekalah superhero penyelamat lingkungan!

Selain sungai yang LUMAYAN bersih, di TL juga sangat teduh dengan dipenuhi tanaman. Ya, selain sungai bersih, yang membuat nyaman adalah tanaman-tanaman. Selain LUMAYAN bersih, sungai TL juga enak. Karena dindingnya tinggi dan tidak banyak sampah.

Keuntungan dinding tinggi, kalau sungai meluap airnya terhalangi oleh dinding. Sehingga tak akan banjir.

Di TL juga terpasang papan peringatan bahaya sungai yang kotor. Betul sekali, sungai yang kotor dapat menimbulkan bahaya. Salah satunya BANJIR!

Di daerah rumahku pernah terjadi banjir yang sangat dahsyat. Tembok pembatas sungai pun sampai hancur. Rumah-rumah tetanggaku hancur. Ada tetanggaku yang berjualan bubur, gerobak buburnya terbawa hanyut oleh banjir. Juga motor, helm. Untungnya aku tidak terkena banjir itu. Karena rumahku agak jauh dari sungai.

Untuk melestarikan lingkungan, selain menjaga sungai, tanamlah juga pepohonan. Jadi, air akan meresap jika ada pohon. Kalau taka da pohon, air tak akan meresap dan jadi… BANJIR!

Kenapa ya, aku masih heran dengan orang-orang yang mencemari sungai. Apa sih, keuntungan mencemari sungai bagi mereka? Apakah mereka akan dapat hadiah mobil BMX jika mencemari sungai? Bahkan, mencemari sungai sangat tidak baik karena bisa menimbulkan bencana yang salah satunya aku sebutkan tadi.

Oya, apa keuntungan sungai bersih? Pertama, lingkungan menjadi indah. Air sungai yang bersih juga bisa untuk minum, mandi, mencuci dll. Menurut cerita ayahku, dulu, sungai-sungai semuanya jernih. Ayah dan teman-temannya sering berenang bersama di sungai.

Pernah gak, berenang langsung di sungai? Aku gak pernah, sih. Gak bisa dan gak mau bisa. Kenapa? Karena aku BELUM MENEMUKAN sungai yang bersih 100%. Katanya, sungai Gros Ventre di Amerika sangat bersih. Tidak ada yang buang sampah atau kotoran ke sana.

Kabarnya, sungai yang paling tercemar di Bandung adalah sungai Citarum. Kalau sungai yang paling bersih? KATANYA sungai Gros Ventre di Amerika.

Kembali ke sungai di TL, dulu, sungai di TL sangat, sangat kotor. Dan bahkan bau. Jika aku lewat ke jembatan di TL, aku akan menutup hidung karena bau. Namun, sekarang pemerintah sudah memperbaiki sungainya. Dulu, TL tak senyaman sekarang. Alhamdulillah, sekarang sudah diperbaiki sedemekian rupa. Sehingga membuat nyaman para pengunjung TL.

Teman-teman, jangan mencemari sungai, ya. Selain menjadi tak enak dipandang, ternyata, sungai yang kotor juga bisa membawa bencana. Jagalah sungai dengan sebaik mungkin. Jagalah ia bagaikan menjaga tubuh kalian sendiri.

Aku sangaaaaaaaaatt….. berharap sungai-sungai di Bandung bisa menjelma menjadi sungai seperti di Amerika. Amiiin…

No Comments

Enroll Your Words

To Top